air zam zam adalah mata air umat muslim, kenapa dikatakan mata air umat muslim dikarenakan sejarahnya berawal dari keluarga nabi Ibrahim as. yang dimana anaknya bernama Ismail waktu itu sedang kehausan, yang mengais tanah dengan kakinya (atau dengan sayapnya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain), kemudian memukulkan kakinya di atasnya. Maka keluarlah darinya pancaran air. Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda,”Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.” Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penuh barakah ini?Pada tahun 1971, ada seorang doktor dari Mesir yang mengatakan kepada pers Eropa bahwa air Zam-zam tidak sehat untuk diminum. Hal itu didasarkan asumsinya bahwa kota Mekah berada di bawah garis permukaan laut. Sehingga air Zam-zam berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, lalu mengendap serta terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zam-zam. Mendengar berita itu, Raja Faisal segera memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah tersebut. Dikirimnya sampel air Zam-zam ke laboratorium-laboratorium di Eropa untuk ditest. Di samping itu, dikirimlah Tariq Hussain, seorang insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum di Kota Jedah, untuk melakukan penyelidikan. Saat memulai tugasnya, Tariq belum memiliki gambaran tentang bagimana sumur Zam-zam bisa mengalirkan begitu banyak air tanpa pernah mengering. Saat sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang karena menyaksikan bahwa ukuran kolam sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (sekitar 5 x 4 meter). Padahal penelitian menunjukkan, mata air Zam-zam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air.
Tak terbayang, bagaimana sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim haji. Bahkan hal itu berlangsung sejak ribuan tahun lalu, yaitu sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. Untuk mengukur kedalaman air sumur, Tariq meminta asistennya untuk masuk ke dalam air. Ternyata, kedalaman air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu asistennya, yang memiliki tinggi tubuh 5 feet 8 inci. Kemudian dasar dan dinding sumur Zam-zam diperiksa, barangkali terdapat pipa yang menyalurkan air ke dalamnya. Subhanallah, ternyata ia tidak menemukan apa pun!. Berbicara tentang sumur Zam-zam memang tidak bisa lepas dari perjuangan Siti Hajar untuk mendapatkan air bagi Nabi Ismail. Rasa capek dan kondisi gurun yang tandus dan gersang membuat air susunya mongering. Di sela kebingungannya itulah Malaikat Jibril dating menghampirinya. Dalam Hadis Sayyidina Ali ra yang diriwayatkan Imam Tobari dengan Sanad Hasan: "Malaikat Jibril memanggilnya, siapakah engkau?" Ia menjawab, "Aku adalah Hajar ibu Ismail." "Kepada siapa engkau berdua dipasrahkan?" "Kepada Allah." Malaikat Jibril kemudian berkata: "Engkau berdua telah dipasrahkan pada Yang Maha Mencukupi."Malaikat Jibril lalu mencari-mencari (menggali) dengan tumitnya dalam riwayat dengan sayapnya sehingga tampaklah air. Dalam riwayat Bukhori disebutkan, terpancarlah air. Siti Hajar tercengang melihat pancaran air itu, lalu membuatnya seperti telaga. Malaikat Jibril berkata: "Biarkanlah sesungguhnya air itu rowaaun (banyak dan mengenyangkan). Siti Hajar kemudian minum dari air itu, susunya menjadi mengalir banyak. Malaikat Jibril berkata kepadanya: "Jangan takut akan terlantar, sesungguhnya di sinilah rumah Allah akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang dekat dengan-Nya."
:: umrah murah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar