BaitullahCenter Hadir Ditengah masyarakat memberikan solusi untuk anda para jamaah untuk Pergi Haji ONH PLUS dan Umrah sesuai dengan Budget jamaah. Paket haji dan umrah kita sesuaikan keinginan anda, jadwal, biaya dan negara tambahan yang bisa kami tambahkan sesuai keinginan jamaah.

Pilih paket, atau anda mau membuat Program untuk Grup anda sendiri. Salam Haji Tempatnya, Segera Hubungi kami

Ijin Ibadah Haji Khusus Depag RI No. D/355
Ijin Umroh Depag RI No. D/366

Kamis, 07 Juni 2012

Browse ▶ Home » Tiga Panggilan Illahi

Tiga Panggilan Illahi

haji plus
Setiap Muslim mempunyai impian untuk bisa menunaikan ibadah Haji yang hukumnya wajib sekali seumur hidup. Namun banyak yang merasa ibadah ini sebagai ibadah yang berat, karena memang untuk bisa menunaikan ibadah ini, diperlukan pengorbanan berupa materi yang tidak sedikit. Terlebih lagi ongkos ibadah haji yang selalu naik setiap tahunnya, dirasakan sebagai satu hal yang sangat memberatkan.

Padahal jika kita bisa membuka hati dan pemahaman yang lebih baik lagi, niscaya kita bisa memahami bahwasannya ibadah haji adalah ibadah yang penuh dengan nuansa kedekatan seorang hamba dengan Robb-nya.
Bagaimana tidak, berapa banyak orang yang memiliki berlimpah harta, namun tidak terbersit keinginannya untuk menunaikan ibadah haji? Padahal nilai rupiah dari ongkos naik haji bukan lagi satu hal yang menghalangi dia.Kenapa, Karena Alloh tidak memanggilnya. Alloh hanya memanggil hamba-hamba-Nya yang merindukan-Nya. Seperti halnya ketika Alloh memanggilnya dalam ibadah harianya.

Pastinya kita pernah mendengar kata-kata dalam jika seorang hamba mendekati Alloh dengan berjalan, maka Alloh akan berlari kepadanya. Seperti itulah janji Alloh kepada hamba-Nya.
Ada tiga panggilan illahi yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Bahkan saling berkaitan dan memiliki “power of believing” yang akan mempermudah langkah kita menuju Baitullah.
Tiga panggilan itu adalah;
Panggilan Sholat, setiap muslim memiliki kewajiban untuk menunaikan sholat lima kali dalam sehari. Dan setiap waktu sholat, ada penanda waktu yang sering disebut sebagai Adzan. Adzan, Panggilan sholat. Penyikapan terhadap adzan inilah yang akan mempengaruhi panggilan illahi yang kedua dalam hidup kita.
Ketika seorang muslim mendengar suara adzan, ada beberapa pilihan dalam hatinya. Menunaikan sholat segera, karena filosofinya adalah saat itu Alloh tengah memanggil karena Dia merindukan kita. Dan kita pun seharusnya menyegerakan melaksanakan sholat karena itulah wujud kerinduan dan penghambaan seorang hamba. Atau menundanya karena alasan tanggung karena sedang mengerjakan pekerjaan dunia.
Panggilan kedua adalah berHaji. Ibadah ini bisa dikatakan sebagai ibadah yang menuntut keikhlasan dan pengorbanan yang amat besar. Dari segi biaya haji, waktu untuk menunaikan, dan unforgetable experience.
Karena lokasinya yang jauh, ibadah haji membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Mulai dari transportasi, akomodasi dan juga berbagai keperluan. Dan semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Makanya adalah satu hal yang sangat umum dilihat bahwa kebanyakan para jama’ah haji yang berangkat ke Baitulloh adalah para nenek-nenek dan kakek-kakek. Karena memang sebagian dari mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mewujudkan impian mereka menunaikan ibadah haji.
Namun terlepas dari usia yang lanjut, begitulah cara Alloh memanggil hamba-Nya untuk bisa menjamunya di rumah-Nya. Semakin dekat seorang hamba dengan Robb-nya, semakin rindu juga Alloh kepadanya.
Kalau mau dianalogikan seperti ini; ketika kita kecil biasanya ibu sering kali memanggil anaknya untuk menolongnya mengerjakan sesuatu. Jika kita langsung menghampiri dan kemudian menolong Beliau, maka ketika kita meminta sesuatu pun, beliau akan berusaha untuk memenuhinya.
Begitupun kaitanya dengan ibadah sholat dan ibadah haji. Sholat adalah panggilan wajib Alloh terhadap hamba-Nya. Siapa yang bergegas dan bersegera melaksanakannya, niscaya Allohpun akan memudahkan jalannya untuk menunaikan.
pergi haji
panggilan kedua dalam hidupnya, yaitu berhaji.
Tak perlu berfikir tentang ongkos naik haji yang mahal, karena Alloh maha kaya. Alloh akan mempermudah rizki kita jika kita mempercayai janjinya. Tak perlu juga khawatir tentang berbagai fasilitas yang sangat minim di sana, karena keikhlasan dan kerinduan akan membuat semua menjadi lebih nyaman. Kenyamanan hanya ada dalam wacana sugesti dalam alam fikiran manusia. Dan hanya Alloh yang mampu membuatnya lebih nyaman. Jangan juga berfikiran kita tidak sanggup karena kondisi fisik, karena Alloh yang maha Kuat dan hanya Alloh yang bisa membuatnya sanggup untuk menjalani semua rangkaian ibadah. Jadi, jangan pernah berhenti bermimpi untuk menunaikan haji. Tapi teruslah berusaha untuk membuat Alloh semakin merindukan kita untuk mengunjungi rumah-Nya dengan terus meningkatkan ibadah dan keimanan kita. Bergegas dalam memenuhi panggilan sholat-Nya, meningkatkan ibadah sunnah tahajud dan dhuha. Memperbanyak shodakoh, sehingga banyak juga orang yang mendoakan kita. Karena semakin banyak orang yang mendoakan kita, semakin besar juga peluang Alloh akan mewujudkan impian kita.

Panggilan yang ketiga adalah kematian. Ketika seorang hamba bergegas dan bersegera memenuhi panggilan Sholat, Alloh pun akan memudahkannya dalam memenuhi panggilan untuk berhaji. Sebagai bentuk kerinduan-Nya. Semakin mudah Alloh memanggilnya berhaji, juga akan mempengaruhi  panggilan Alloh yang terakhir dalam hidup hamba-Nya, yaitu kematian. Seorang hamba yang sangat taat beribadah, akan Alloh mudahkan baginya jalan menuju  rumah-Nya. Dan setelah itu, Alloh pun akan mempermudah jalannya ketika menghadapi sakarotul maut. Karena sakarotul maut pun sangat erat kaitannya dengan ibadah yang telah dijalaninya. Semakin ikhlas seorang hamba dalam beribadah, maka semakin mudah pula ia melewati sakarotul maut yang digambarkan oleh Rasulullah sangat sakit. Seperti yang dikutip, Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). (abangfe/612)

Artikel yang berkaitan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer